Minggu, 05 Juni 2011

Hewan Hewan Yang Pernah Dibua Perang

NGOMONG-NGOMONG soal hewan yang sering dilibatkan di medan pertempuran, kita pasti akan langsung menunjuk pada kuda. Karena, hewan yang jago berlari dan punya tenaga kuat itu memang biasa digunakan sebagai alat transportasi. Makanya ukuran kekuatan kendaraan zaman sekarang pun memakai patokan tenaga kuda (horse power). Tapi selain kuda, sebenarnya banyak juga hewan yang suka dilibatkan dalam peperangan. Mengapa? Karena hewan seringkali memiliki kemampuan yang spesifik yang sulit untuk bisa dikuasai oleh manusia atau pun digantikan oleh mesin.


    1. Kelelawar


Kemarahan Amerika Serikat atas serangan Jepang ke Pearl Harbour menelurkan ide memasang bom di tubuh kelelawar. Percikan api diharapkan akan dapat dipicu untuk membakar kota-kota Jepang saat kelelawar ini bertengger di atap bangunan.

Namun rencana ini batal, karena dalam pengujian, banyak kelelawar tidak kooperatif dan kabur. Hingga kini, ilmuwan Pentagon masih mempelajari bagaimana mekanisme terbang kelelawar ini untuk mengembangkan desain pesawat dan robot mata-mata.



2. Unta

Di masa lampau, hewan ini banyak digunakan di kawasan panas dan kering di Afrika Utara dan Timur Tengah. Karena unta memiliki kemampuan bertahan di kondisi ekstrim dan seringkali tanpa air, di masa perang hewan ini cukup berguna.

Selain itu, bau unta kabarnya membuat takut kuda-kuda yang digunakan musuh. Tentara Persia terkadang mempersenjatai unta mereka. Sedangkan prajurit Arab seringkali menunggang unta saat penyerbuan untuk menaklukkan suatu daerah.

Peran unta dalam perang merosot sejak berkembangnya senjata api. Tapi, unta masih terlihat digunakan saat Perang Dunia I.


3. Lebah

Sengat lebah bisa jadi senjata mematikan. Di zaman dulu, tentara Roma dan Yunani menggunakan lebah untuk menghalangi musuh. Penggunaan lebah berlanjut saat abad pertengahan, Perang Dunia I, dan Perang Vietnam. Ilmuwan Amerika Serikat juga menemukan kegunaan lebah untuk tujuan damai, yakni mendeteksi ranjau darat.


4. Singa laut


Mamalia ini mampu melihat dalam kondisi cahaya minimal serta bisa mendengar di bawah permukaan air. Singa laut juga bisa berenang dengan kecepatan hingga 40 km/jam dan menyelam hingga kedalaman 300 meter. Dengan kemampuan ini, angkatan laut AS melatih singa laut untuk menandai ranjau.


5. Merpati

Hewan ini memiliki kemampuan navigasi sehingga bisa kembali ke sarang meskipun telah menempuh perjalanan ratusan kilometer. Puncak kepopuleran penggunaan merpati terjadi pada saat Perang Dunia I, saat tentara sekutu menggunakan 200.000 merpati untuk keperluan komunikasi.

Seekor Merpati bernama Cher Ami mendapat penghargaan setelah mengirim 12 pesan untuk benteng di Verdun, Perancis. Bangsa burung, pensiun dari tugas militer setelah teknologi komunikasi berkembang pesat.
6. Lumba-Lumba

Hewan ini memiliki sonar biologis untuk mencari ranjau berdasarkan konsep gema. Pada masa Perang Teluk dan Perang Irak, lumba-lumba milik angkatan laut membantu membersihkan pelabuhan Umm Qasr dari ranjau





Tidak ada komentar:

Posting Komentar